image
SIPA Indonesia docs
30 June 2025

Langkah Berani Cimahi Menuju Nol TPA dengan RDF

Cimahi, 25–27 Juni 2025 – Sustainable Infrastructure Programme in Asia (SIPA), dengan dukungan UNDP dan Bappenas, menyelenggarakan kunjungan lapangan dan diskusi pemangku kepentingan di Cimahi, Jawa Barat. Selama tiga hari, kegiatan ini mempertemukan pejabat pemerintah, perwakilan sektor swasta, serta mitra pembangunan untuk melihat langsung bagaimana Refuse-Derived Fuel (RDF) mulai mengubah pengelolaan sampah di tingkat kota.

Fasilitas yang Menggerakkan Perubahan

Di pusat kemajuan Cimahi terdapat TPST Santiong, fasilitas pengolahan sampah terpadu yang beroperasi sejak 2024. Dirancang untuk menangani 50 ton sampah perkotaan per hari, fasilitas ini saat ini mengolah sekitar 20–25 ton per hari dan menghasilkan RDF dengan nilai kalor 3.400 kkal/kg. RDF tersebut telah dimanfaatkan melalui co-processing oleh Indocement, menjadi alternatif nyata pengganti batu bara sekaligus membuktikan bahwa sampah dapat menjadi sumber energi industri sekaligus mengurangi emisi.

Inovasi di Luar Fasilitas

Keberhasilan Cimahi tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada inisiatif komunitas dan kelembagaan yang kuat. Melalui kampanye pengurangan sampah dari hulu seperti GRAK OMPIMPAH (pemilahan sampah dari sumber) dan GRAK POCERI (komposting rumah tangga), kota ini berhasil menekan volume sampah yang dikirim ke TPA. Kini, TPST Santiong bersama fasilitas mitranya di Lebaksaat mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari. Upaya ini mendorong Cimahi semakin dekat dengan target ambisiusnya: nol sampah ke TPA pada 2025.

Kolaborasi sebagai Inti

Yang menjadikan pendekatan Cimahi menonjol adalah kolaborasi multi-pihak yang solid. Pemerintah daerah menetapkan visi, masyarakat berperan aktif melalui pemilahan dan komposting, sementara mitra swasta seperti Indocement memastikan RDF memiliki pasar yang berkelanjutan. Sinergi ini menunjukkan bagaimana kota dapat membangun ekonomi sirkular dengan menyelaraskan partisipasi sosial, solusi teknis, dan permintaan industri.

Menatap ke Depan

Pelajaran dari Cimahi bukan hanya kisah sukses lokal—tetapi juga memberikan masukan berharga bagi penyusunan peta jalan nasional RDF dan model bisnisnya. Dengan memadukan inovasi, kolaborasi, dan ambisi, Cimahi menunjukkan bahwa kota-kota dapat mengubah tantangan sampah menjadi peluang energi bersih, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta mendorong masa depan yang lebih berkelanjutan.


SIPA-UNDPIndonesia.2025