Penguatan Jalur Kebijakan, Teknis, dan Pembiayaan: FGD Kedua tentang Peta Jalan RDF Indonesia
Pada tanggal 18 Februari 2025, Bappenas bersama UNDP melalui Program SIPA menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kedua mengenai Peta Jalan RDF Indonesia sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengelolaan sampah terintegrasi dan mendukung pembangunan rendah karbon. FGD ini mempertemukan perwakilan dari kementerian, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, serta mitra pembangunan untuk meninjau temuan dari analisis kesenjangan (gap analysis) dan membahas tantangan utama dalam memperluas penerapan RDF secara nasional. Diskusi menekankan pentingnya kejelasan kelembagaan, standar teknis yang terukur, skema pembiayaan yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang lebih kuat antara produsen dan offtaker. Hasil dari FGD ini akan menjadi landasan dalam penyusunan Peta Jalan RDF Nasional yang bertujuan untuk mempercepat praktik ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta berkontribusi terhadap komitmen iklim Indonesia.
Berdasarkan wawasan yang diperoleh dari diskusi ini, peta jalan tersebut akan memberikan rekomendasi praktis bagi para pembuat kebijakan maupun pelaksana di lapangan, sehingga inisiatif RDF dapat bersifat inklusif, adaptif, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional yang lebih luas. Langkah selanjutnya akan difokuskan pada konsolidasi masukan para pemangku kepentingan ke dalam rancangan peta jalan, dengan target untuk memfinalisasi dan mendiseminasikan dokumen tersebut dalam beberapa bulan mendatang sebagai kerangka acuan bagi pengembangan RDF secara nasional.